1.
Air Terjun Dusun Kuning

Air Terjun Dusun Kuning Sekitar 3 km di sebelah
selatan Kota Bangli, tepatnya di Desa Taman Bali, ada sebuah air terjun bernama
Air Terjun Dusun Kuning. Dinamakan Air Terjun Dusun Kuning, karena lokasi air
terjun ini terletak di Dusun Kuning, Desa Taman Bali, Kecamatan Bangli,
Kabupaten Bangli. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 20 meter di atas
permukaan Sungai Tukad Melangit yang mengalir ke arah selatan. Air terjun ini
benar-benar masih alami dan belum diketahui banyak orang (kecuali penduduk
setempat) karena letaknya tersembunyi. Untuk mencapainya, butuh usaha dan
perjuangan karena akses menuju air terjun ini sangat sulit. Dari Desa Umanyar,
Anda harus berjalan melalui ladang penduduk hingga tiba di atas tebing, di tepi
Sungai Melangit. Dari tebing tersebut, Anda harus berjalan turun untuk mencapai
air terjun. Sayangnya, jalan turun menuju air terjun sangat sulit dan
berbahaya. Anda harus menuruni tebing dengan berjalan mundur dengan berpegangan
pada akar-akar pepohonan, karena tebing berdiri tegak 90 derajat. Selain itu,
jalan tersebut sebagian masih tertutup rumput dan semak-semak yang rimbun.
Tidak ada anak tangga ataupun pegangan tangan buatan di tebing tersebut. Hanya
Anda yang bernyali besar yang sanggup melewati jalan sulit untuk mencapai air
terjun ini. Sebaiknya, Anda berkunjung ke Air Terjun Dusun Kuning pada musim
kemarau, di mana tebing/tanah dalam keadaan kering. Pada saat musim penghujan,
tebing tersebut sangat licin dan berbahaya karena rawan longsor.
2.
Air Terjun Nungnung

Air Terjun
Nungnung terletak di Desa Nungnung, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung.
Jaraknya sekitar 45 kilometer dari Kota Denpasar atau sekitar 90 menit
berkendara. Perjalanan menuju air terjun ini sangat menyenangkan karena
jalannya cukup bagus dengan rambu-rambu yang jelas. Anda akan melewati banyak
areal persawahan dan perkebunan yang hijau menyejukkan mata. Mendekati Desa
Nungnung, pemandangan semakin indah dan hijau. Udara pun semakin sejuk karena
Desa Nungnung berada di ketinggian 900 meter di atas permukaan laut. Air Terjun
Nungnung Air Terjun Nungnung cukup tinggi dengan debit air yang cukup besar.
Untuk mencapai air terjun Anda harus berjalan kaki menuruni ratusan anak tangga
yang sangat curam di beberapa tempat. Sebelumnya, jangan lupa untuk membeli
tiket masuk sebesar Rp 3.000,00 per orang. Anda harus ekstra hati-hati saat
menuruni anak tangga yang curam dan licin tersebut, karena sebagian besar anak
tangganya tidak dilengkapi dengan pegangan tangan (handrail). Meleng sedikit
saja bisa fatal akibatnya. Jarak air terjun dari tempat parkir juga lumayan
jauh sehingga cukup menguras tenaga. Namun, Anda tak perlu khawatir karena di
beberapa tempat sudah dibangun gazebo (bale bengong), untuk beristirahat bila
Anda sudah lelah berjalan. Untuk kaum perempuan, saya sarankan untuk tidak
memakai sepatu berhak tinggi kalau berkunjung ke Air Terjun Nungnung. Pasalnya
Anda harus berjalan menuruni ratusan anak tangga yang curam dan licin. Setelah
menuruni ratusan anak tangga yang curam dan menyeberangi jembatan kecil, Anda
akan sampai di Air Terjun Nungnung. Dari kejauhan, sudah terdengar suara
gemuruh air terjun tersebut. Awalnya, nampak air terjun kecil di pinggir
sungai. Kemudian, tidak jauh dari air terjun kecil tersebut, nampaklah Air
Terjun Nungnung yang tinggi dengan debit air yang cukup besar. Air terjun ini
memiliki ketinggian kurang lebih 50 meter dari permukaan tanah. Debit air cukup
besar dan arus airnya juga lumayan kencang. Apalagi bila Anda datang pada saat
musim penghujan. Debit air akan semakin besar. Air Terjun Nungnung dikelilingi
pepohonan yang hijau dan asri. Udaranya juga sejuk dan bebas polusi, sehingga
siapapun akan betah berlama-lama di sana.
3.Air
Terjun Lemukih
Air Terjun Lemukih Saya
menemukan Air Terjun Lemukih secara tidak sengaja. Sebenarnya tujuan utama saya
dan teman adalah mengunjungi Air Terjun Sekumpul di Desa Sekumpul (tetangga
Desa Lemukih). Namun, pada saat kami sampai di sebuah tikungan, dekat sebuah
jembatan di Desa Lemukih, kami melihat air terjun di kejauhan. Karena takut
kebablasan atau salah jalan, kami bertanya arah jalan menuju Air Terjun
Sekumpul kepada seorang ibu yang sedang menggendong kayu bakar di pinggir
jalan. Ternyata air terjun yang ada di dekat tikungan jalan tersebut bukan Air
Terjun Sekumpul, melainkan Air Terjun Lemukih. Menurut ibu tersebut, Air Terjun
Sekumpul masih cukup jauh. Jadi, kami harus melanjutkan perjalanan lagi untuk
mencapai Air Terjun Sekumpul. Namun, kami tidak langsung menuju Air Terjun
Sekumpul. Kami tidak mungkin menyia-nyiakan begitu saja Air Terjun Lemukih yang
sudah berada di depan mata. Tanpa membuang waktu, saya langsung memarkir sepeda
motor di pinggir jalan dan berjalan kaki menyusuri jalan setapak di dekat
sungai menuju Air Terjun Lemukih.
Air Terjun Lemukih sangat unik karena terdiri dari
tiga buah air terjun tidak seperti kebanyakan air terjun lainnya yang hanya ada
satu. Air terjun yang terletak paling kanan adalah yang paling tinggi, dengan
ketinggian sekitar empat meter. Air terjun yang paling tinggi ini, ditemani dua
air terjun kecil di samping kirinya. Jadi, walaupun tidak begitu tinggi air
terjun yang terletak di Desa Lemukih, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng ini,
cukup cantik karena terdiri dari tiga buah air terjun dengan ketinggian yang
berbeda. Asyiknya lagi, Anda tidak perlu bersusah payah naik turun tangga untuk
menuju air terjun ini. Anda tinggal berjalan kaki menyusuri jalan setapak
sejauh 200 meter, karena air terjun ini berada tidak jauh dari Jalan Desa Lemukih.
Air Terjun Lemukih masih benar-benar alami. Tidak ada rambu-rambu ataupun
penunjuk arah menuju air terjun ini. Anda harus bertanya kepada penduduk
setempat untuk menemukan air terjun ini. Memang belum banyak yang tahu
keberadaan air terjun ini. Pada saat kami tiba di sana, tidak ada pengunjung
lain selain kami berdua sehingga kami bisa bermain-main dan foto-foto dengan
leluasa. Kalau Anda ingin mandi ataupun berenang-renang pun sah-sah saja. Di
bawah air terjun yang paling tinggi, terdapat sebuah kolam yang cukup luas
sehingga bisa digunakan untuk berenang-renang.
4.
Air Terjun Sekumpul

Air Terjun Sekumpul Air Terjun Sekumpul
disebut-sebut sebagai air terjun terindah di Bali. Letaknya cukup dekat dari
Air Terjun Lemukih, kira-kira hanya berjarak 2 km. Maklum, Desa Sekumpul dan
Desa Lemukih memang bertetangga. Untuk melihat Air Terjun Sekumpul dari dekat,
memang butuh sedikit usaha dan perjuangan. Dari tempat parkir, Anda harus
berjalan kaki lumayan jauh, menyusuri jalan yang tanah, menuruni ratusan anak
tangga, dan menyeberangi sungai. Bila Anda mengendarai sepeda motor, Anda masih
bisa menaikinya dari tempat parkir (di dekat loket penjualan tiket), sampai di
ujung jalan paving. Setelah jalan paving habis, jalan berganti menjadi jalan
tanah yang sempit (jalan setapak). Tidak berapa lama menyusuri jalan setapak,
sampailah Anda di sebuah bale bengong (gazebo) dengan pemandangan Air Terjun
Sekumpul yang luar biasa memikat. Dari bale bengong tersebut, terlihat Air
Terjun Sekumpul yang sangat cantik di kejauhan. Yang membuat air terjun ini
berbeda dari air terjun kebanyakan, Air Terjun Sekumpul bukan hanya terdiri
dari satu atau dua air terjun. Setidaknya ada tujuh air terjun yang letaknya
terpisah-pisah dan berjauhan, yang bisa Anda lihat dari bale bengong tersebut.
Tujuh air terjun tersebut tersebar di tebing-tebing yang tinggi dan dikelilingi
pepohonan hijau yang menyejukkan mata. Ketujuh air terjun tersebut memiliki
bentuk dan ketinggian yang berbeda-beda. Benar-benar menakjubkan. Nggak salah
memang, kalau Air Terjun Sekumpul dinobatkan sebagai air terjun terindah di
Bali.
5.
Air Terjun Aling-Aling
Air Terjun Aling-Aling letaknya sangat dekat dengan
Kota Singaraja, ibu kota Kabupaten Buleleng. Jaraknya hanya sekitar 11 km dari
Singaraja atau sekitar 80 km dari Denpasar. Untuk mencapai air terjun ini, Anda
harus berjalan kaki menyusuri pematang sawah dan naik turun tangga sejauh 400
meter. Ketika berjalan kaki menuju Air Terjun Aling-Aling, Anda akan bertemu
dua air terjun kecil di sebuah sungai kecil dekat sawah. Anda bisa berhenti
sejenak untuk main air di sungai tersebut. Selanjutnya, Anda harus menuruni
ratusan anak tangga hingga tiba di pinggir sungai dan mendaki anak tangga lagi
hingga tiba di depan air terjun. Cukup melelahkan memang. Namun, Anda akan
mendapat imbalan yang sepadan. Air terjun cantik setinggi 35 meter menanti
Anda.
selain cantik, Air Terjun Aling-Aling juga cukup
unik. Air terjun ini jatuh dari tebing yang curam dan dikelilingi tebing-tebing
tinggi dengan pepohonan yang hijau. Dari puncak tebing, air mengucur deras dan
pecah jadi dua, membentuk dua air terjun dengan debit air yang berbeda. Air
terjun sebelah kanan lebih besar dan lebih deras daripada yang sebelah kiri. Di
bawah Air Terjun Aling-Aling terdapat cekungan atau kolam yang cukup dalam.
Dari kolam tersebut, air mengalir menjadi sungai yang cukup besar. Anda bisa
mandi dan bermain air sepuasnya di bawah air terjun. Namun, Anda harus
hati-hati saat mandi atau bermain air karena batu-batu di sekitar air terjun
sangat licin.